Belakangan terjadi lonjakan signifikan berhadapan dengan perkara penyebaran virus Corona dalam Singapura. Kementerian Kesejahteraan Singapura (MOH) bahkan mencatat jumlah total perkiraan infeksi Wabah meningkat dua kali lipat pada Hari Sabtu (2/12/2023).
Dilansir dari Channel News Asia, diperkirakan total tindakan hukum sebanyak 22.094 pada 19-25 November 2023. Angka ini melonjak dua kali lipat dari pekan sebelumnya yang tercatat 10.726 kasus.
Disebutkan bahwa sebagian besar tindakan hukum disebabkan oleh subvarian Omicron EG.5 serta KH.3.
Gejala penyebaran virus Corona Subvarian EG.5
Meskipun semua gejala COVID-19, apa pun variannya, kemungkinan besar tidak ada terlalu berbeda, sulit untuk mengungkapkan dengan pasti gejala mana yang dimaksud spesifik untuk EG.5 ketika ini.
![Pejalan kaki memakai masker ketika melintas pada Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (21/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/21/85527-covid-19-ilustrasi-orang-memakai-masker-ilustrasi-pandemi.jpg)
Namun mengutip dari laman Health, para ahli meyakini bahwa sebagian besar gejala yang tersebut ditimbulkan cenderung ringan.
Ahli penyakit menular dalam Norton Children’s Infectious Disease Kristina K Bryant mengungkapkan ia kebanyakan menemui pasien dengan gejala yang digunakan mirip dengan subvarian Omicron sebelumnya.
“Beberapa orang bahkan mengungkapkan mereka mengira merek mempunyai alergi, Tapi EG.5 perlu diperhatikan. Hal ini adalah subvarian yang mana dominan,” ujar Bryant.
Berikut beberapa gejala penyebaran virus Corona subvarian EG.5 yang dimaksud perlu diwaspadai.
- Hilangnya rasa atau bau baru
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau meler
- Demam atau menggigil
- Batuk
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Kelelahan
- Nyeri otot atau badan
- Sakit kepala
- Mual atau muntah
- Diare