Konsultan: PPN DTP bantu tingkatkan permintaan rumah tapak pada 2024

Konsultan: PPN DTP bantu tingkatkan permintaan rumah tapak pada 2024
Insentif PPN DTP dapat membantu peningkatan terhadap permintaan kumulatif perumahan di tempat di sepanjang tahun 2024

DKI Jakarta – Konsultan properti internasional Cushman & Wakefield mengungkapkan Insentif Pajak Pertambahan Hasil Ditanggung eksekutif (PPN DTP) membantu meningkatkan permintaan perumahan tapak pada tahun 2024.

"Insentif PPN DTP dapat membantu peningkatan terhadap permintaan kumulatif perumahan di sepanjang tahun 2024," ujar Director of Strategic Consulting of Cushman & Wakefield Arief Rahardjo di area area Jakarta, Kamis.

Arief menambahkan permintaan kumulatif diproyeksikan meningkat sekitar 2,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada tahun 2024.

Selain itu, kebijakan baru terkait kemudahan warga negara asing (WNA) pada membeli properti pada Indonesia dengan paspor juga dapat membantu peningkatan permintaan pada tahun depan, padahal tidaklah signifikan.

Dari sisi pasokan maka pasokan kumulatif perumahan tapak sampai pada akhir tahun ini relatif stabil. Sedangkan pasokan kumulatif perumahan tapak diperkirakan meningkat secara stabil sekitar 2,6 persen secara tahunan (YoY) pada 2024.

Akhir November 2023, pemerintah memberikan insentif untuk pembelian rumah baru (ready stock) pada bawah Rp5 miliar juga membebaskan PPN 100 persen untuk rumah dengan nilai jual objek pajak maksimal Rp2 miliar yang mana digunakan berlaku hingga Juni 2024.

Untuk periode Juli hingga Desember 2024, pemerintah memberikan diskon PPN 50 persen.

Walaupun insentif pajak ini cuma cuma untuk rumah jadi (ready stock), pengembang perumahan tapak masih memperlihatkan terlibat pada meluncurkan hasil baru.

Hal ini karena adanya permintaan yang mana dimaksud berkelanjutan.

Terkait dengan perkembangan harga, dengan adanya naiknya harga jual yang mana mempengaruhi biaya unsur bangunan lalu juga perkembangan infrastruktur pada Jabodetabek seperti kereta MRT, LRT kemudian akses jalan tol yang digunakan yang dimaksud menyebabkan kenaikan nilai tanah.

Dengan demikian, biaya jual rumah secara keseluruhan diperkirakan meningkat pada tahun depan.

Apabila kondisi kegiatan sektor ekonomi makro membaik sebagaimana diharapkan juga sentimen urusan kebijakan pemerintah masih positif maka nilai tukar jual perumahan tapak dapat mengalami kenaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *